Rabu, 09 Maret 2011

pengertian dari sila 1-5



1.      Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dilambangkan dengan Bintang yang diartikan Tuhannya bangsa Indonesia sangat jauh dan tinggi sekali  setinggi bintang dilangit, jadi tidak tahu dan tidak perlu tahu apa yang dia lakukan terhadap bangsa ini. Apa yang saya lakukan terhadap Negara dan Bangsa ini terserah saya, toh saya Jenderal Berbintang Empat yang kemudia ditambah lagi satu.

2.      Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab dilambangkan dengan Rantai tidak tanggung-tanggung Rantai Emas. Yang diartikan sifat-sifat Kemanusiaan atau Kamanungsan bangsa Indonesia harus dirantai dengan Rantai Emas. Keserakahan atau korupsi yang bahasa kasarnya MALING karena dikemas dan dibungkus  sedemikian rupa, seperti contohnya dengan uang korupsi mendirikan tempat-tempat ibadah dan lain-lain sehingga menjadi indah seindah Rantai Emas yang bergelayutan di leher Ibu-ibu Dharma Wanita. Akhirnya timbulah istilah KORUPSI SUDAH MEMBUDAYA di Indonesia. Jadi korupsi di Negara kita adalah hasil cipta karya Bangsa Indonesia yang indah, padahal yang benar adalah KORUPSI SUDAH MEMBIADAB di Negara kita. Lihat saja ketika presiden akan memilih anggota kabinetnya atau akan mengganti mentrinya, banyak kalangan menantinya dengan berdebar-debar; ketika ada diantara mentri yang terpilih adalah teman atau keluarganya mereka akan berteriak gembira atau langsung tiarap bersujud syukur; dan di kepala mereka sudah ada ada berbagai macam rencana. Ucapan selamat pun dipasang di koran-koran padahal kalau uang untuk iklan tersebut yang jumlahnya tidak sedikit diberikan kepada fakir miskin atau untuk memodali sektor informal akan lebih bermanfaat.

3.      Sila Persatuan Indonesia dilambangkan dengan Pohon Beringin.  Dikalangan Rakyat kebanyakan, pohon beringin adalah untuk menakut-nakuti anak kecil yang rewel, karena di pohon beringin banyak setannya katanya. Rakyat Indonesia harus ditakut-takuti kalau rewel mau protes atau demo akan di dorr. Bangsa Indonesia harus bersatu mendukung Soeharto kalau tidak mau di dorr atau saya gebug.

4.      Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dilambangkan dengan Banteng. Rakyat Indonesia dalam memilih pemimpin atau wakilnya di DPR yang pelaksanaannya melalui parpol kecuali Golkar karena Golkar bukan partai katanya, harus diadu seperti banteng aduan. Petiga (PPP) diadu diacak-acak demikian juga PDI yang lambangnya sudah sesuai yaitu banteng aduan. Setelah kedua partai tersebut dibuat banteng aduan mati atau kecapaian yang tinggal adalah Pohon Beringin yang penghuninya siap menakut-nakuti atau menyembelih banteng aduan sebagai qurban.

5.      Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilambangkan dengan Padi dan Kapas yang berarti Rakyat Indonesia hanya perlu dicukupi makannya dan berpakaian, Rakyat kita tidak perlu rumah apalagi mobil atau lainnya, yang penting tidak telanjang dan beras tidak kurang. Untuk melaksanakan Sila kelima ini dibentuklah Bulog yang bebas pajak dan berbagai hak-hak istimewanya. Soeharto akan marah besar apabila Bulog gagal menyediakan beras.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar